Minggu, 19 Februari 2012

Surat dari Ibu

Metta sayang,
            Sementara aku merenungkan waktu tiga belas tahun bersama-sama, aku menyadari betapa kami harus bersyukur karena Allah memberkahi kami dengan seorang anak Phlegmatis yang Damai. Kau memberikan keseimbangan yang peting dalam keluarga. Ketika kau masih bayi, kau biasa bermain dengan mainanmu. Kami baru saja memulai usaha sendiri di rumah, dan kau pas sekali dalam pembuatan tata buku.
            Saudara laki-lakimu, yang dua tahun lebih muda, merencanakan kenakalan dan kesenangan. Kalimatmu yang terkenal, yang masih kami gunakan untuk menggodamu sampai sekarang adalah “Aku juga.”
            Pada hari raya beberapa tahun yg lalu, kau berusaha keras untuk mengucapkan sepatah kata bijaksana, tetapi seluruh keluarga sedang bicara dengan ribut dan keras.  Dengan selera humormu yang tenang dan tidak menyinggung, kau dengan kalem mengatakan, “Oh, aku akan bicara ke dalam tape recorder saja, dan kalian bisa mendengarkannya kemudian.” Itu membuat kami menunjukkan perhatian, dan kami tertawa.
            Aku begitu gembira, sebagai ibu, karena aku telah memahami watak-watak. Ketika guru member komentar, “Metta selalu terlambat tetapi dia selalu setia,” aku bisa melihat ini dengan rasa humor.
            Aku masih ingat ketika seorang teman membuka rahasia kepadamu bahwa dia ingin melarikan diri dari rumah, kau membujuknya untuk menenangkan perasaan dan berusaha melihat pandangan orang tuanya.
            Kau dengan gembira menerima dirimu seperti apa adanya, dan memahami perangaimu sendiri dengan begitu baik sehingga kau memberi komentar kepadaku, “Itulah enaknya punya teman-teman Phlegmatis yang Damai, mereka hampir-hampir tidak pernah bergerak, jika kita selalu punya nomor teleponnya.”
            Metta, aku merasa sangat menikmati waktu kita selama tujuh belas tahun bersama-sama. Aku hampir-hampir tidak bisa menunggu untuk melihat bagaimana kau membiarkan masa depanmu terjadi. Tetapi aku tahu, bahwa apa pun yang kau putuskan, kau akan memberinya komitmen dan merasa puas. 



Penuh kasih sayang

Ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar