a little part of my novel "Surat Terakhir untuk Alfaro"
siang hari ketika Alfaro sedang menikmati tidur siangnya, bel pintu rumahnya berbunyi. seseorang diluar sana meneriakkan kata "pos, Pak, Bu". alfaro segera berlari menuju halaman depan rumahnya untuk mengambil kiriman pos yang baru saja sampai di kotak surat rumahnya. tertera namanya disana "Alfaro Rizky Nugraha". buat gue? dari siapa nih? kok gak ada nama pengirimnya? batin Alfa. lalu sepucuk surat tersebut dibawanya memasuki ruangan favoritenya yaitu kamar tidur Alfa.
Disana, Alfa kembali bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. berkutit dengan pikiran-pikirannya, dari siapa surat ini? tumben-tumbenan ia mendapat surat. segera dibuka amplop surat berwarna putih tersebut, hanya goresan tinta hitam yang menodai putihnya amplop tersebut merangkai namanya disana. wah kertasnya berwarna hijau, warna kesukaannya, dan Ainy sahabatnya. warna itu menjadi salah satu kesamaan yang dimiliki Alfa bersama Ainy sahabat kecilnya. otak Alfa memutar kembali memori-memori yang sudah tersimpan rapi tentang kehidupannya bersama sahabatnya itu. Alfa sangat merindukan setiap momment bersama Ainy. Alfa berharap semoga saja surat ini benar dari Ainy. lalu Alfa membuka lipatan kertas hijau tesebut dan membacanya.
Dear my bestfriend Alfa,
Apa kabar? semoga kamu baik-baik saja ya. Sudah berapa lama ya kita tidak saling menyapa seperti ini, Fa?
aku sengaja mengirimkan surat ini untukmu, Fa. agar kamu selalu menyimpannya dan setiap kali kamu ingat aku, kamu bisa baca ulang surat ini. lagipula biaya telpon dan sms dari sini kesana sangat mahal. seminggu pertama disini sudah membuat dompetku tipis, Fa. facebookku jg sudah aku nonaktifkan. sementara emailku, aku lupa passwordnya apa hehe kau tau kan sepelupa apa aku ini?
jelas gue inget Ai lo sepelupa apa. semua tentang lo masih rapi gue simpen di otak gue. bahkan disatu sudut hati gue tersimpan nama indah lo yang selalu nemenin hari-hari gue.
oh iya Fa, bagaimana hubungan kamu dengan Dessy? apa kalian masih suka bertengkar? ingat Fa, cewek itu tidak boleh menerima kata-kata yang kasar. dan sifat temprament kamu dihilangkan ya Fa. kasihan Dessy kalau harus kamu bentak-bentak tidak jelas saat kalian sedang ada masalah.
sial, lo masih inget gue sedetail itu, Ai? bahkan hubungan gue sama Dessy pun masih lo inget? tenang Ai, gue akan jaga Dessy dan memperlakukan dia sebaik mungkin kok. seulas senyum menghiasi pipi merah delima Alfa.
Alfa, aku minta maaf atas kepergianku yang mendadak dan tanpa pamit langsung kepadamu. aku tidak ingin kamu melihat raut wajah sedihku saat itu. percaya lah Fa, aku sangat menginginkan kamu mengantarkan ku saat itu, tapi aku juga tidak ingin melihat wajahmu yang sangat membuat dadaku sesak seketika. rasanya lebih sakit dari rasa sakit yang ditimbulkan jantungku jika sedang down. aku harap kamu mengerti maksudku, Fa.
ya ampun, Ai, gue kangen sama lo. air mata alfa jatuh tak terbendung lagi. dilanjutkannya lagi Alfa membaca surat pertama dari sahabat yang sangat dia rindukan itu tanpa menghapus air mata yang turun menghiasi pipi merah delimanya.
Fa, sudah bertahun-tahun kita bersama, apa kamu tidak pernah merasakan apa yang selalu aku rasakan? maaf Fa, tapi aku harus mengatakannya saat ini juga. aku tidak mau terlalu jauh menggantungkan masa depanku dengan rasa sakit yang sering mendera seluruh otot ditubuhku.
Fa, seperti yang kamu tahu, semenjak kita menjadi dekat beberapa tahun lalu bahkan sampai saat aku pergi meninggalkan negara kelahiranku dan parahnya sampai saat ini, saat aku mulai berniat untuk menulis surat ini untukmu, dan saat jemari tanganku menggoreskan tinta hitam di atas kertas hijau ini merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat yang datang langsung dari hati dan otakku, aku masih merasakan perasaan yang sebenarnya tidak boleh aku rasakan. aku sungguh sangat merasa bersalah terhadapmu atas perasaan ini. tapi aku tidak mampu menghilangkannya, seperti saat aku tak mampu menolak datangnya perasaan ini. perasaan yang sangat membuatku seperti orang lain dimata ku sendiri. perasaan yang selalu membuat aku bahkan tak bisa mengerti diriku sendiri. tetapi aku juga bisa merasa bahagia seketika saat merasakannya, namun tidak berlangsung lama. seperti mimpi yang setiap malam menghiasi tidur semua insan. saat kau terbangun yang ada hanyalah kenyataan yang harus kau terima dan semua kebahagiaan tadi hanya sebuah intermezzo untukmu.
Aku mencintaimu Fa. dengan seluruh hembusan nafasku, dengan seluruh detak jantung yang mungkin sudah tak mampu lagi berdetak, tapi jangan khawatir Fa, aku akan tetap menyimpan rasa ini walaupun jantungku tak berdetak lagi.
Ai... air mata Alfa mengalir dengan derasnya. entah itu air mata bahagia atau air mata kesedihan karena Ainy sahabatnya ternyata memiliki perasaan cinta yang begitu dalam kepadanya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Emh, itu sedikit part dari novel yang pernah aku tulis, sampai sekarang belum bisa aku lanjutkan. karena aku tidak tau mau melanjutkannya bagaimana, akhirnya dari novel itu pun tidak pernah aku tau mau aku tulis apa -,-
bahkan sepertinya novel ini tidak akan pernah aku lanjutkan lagi ^^
yasudah, nulis novel baru lagi aja deh hihihi