ya, keadaan kita saat ini memang membaik, tak ada lagi pertengkaran atau pun terlihat seperti musuh lagi. gue harus bersyukur atas itu semua. tetapi di lain sisi gue jg sedih dengan keadaan kita yang sekarang. keadaan dimana kita terlihat sangat canggung dari yang dulu, keadaan dimana kita terlihat sangat tidak menikmati waktu-waktu saat kita sedang bersama. kalo mau flashback dari yang dulu-dulu sih, jujur ini buruk. tapi, tetep aja gue harus bersyukur.gue sangat ingat ketika pertama kalinya lo bilang ke gue sesaat setelah ketemu di perpustakaan kampus, lo bilang:
"cika, kamu cari cowok lain aja ya, aku gak enak sama kamu bikin kamu nunggu terus"saat itu gue kagetnya kaya terkena mini heart attack. gue tanya kenapa, dan gue coba buat membenarkan pengakuan lo itu. iya gue emang lg nunggu lo, tapi gue pun sadar kalo gue gak akan bisa milikin lo selamanya.
tapi sesaat setelah itu, lo bilang lg ke gue:
"haha becanda aku sayang, ya gak lah hehe aku cuma becanda :* aku minta maaf yah, jangan marah, aku janji deh gak kaya gitu lagi :* "dan disaat itu juga mini heart attack dateng lg, cuma bedanya rasanya senang bukan main. dan dari situ gue coba buat yakinin hati gue, kalo emang Tuhan mengijinkan kita buat sama-sama gue bakalan jaga baik-baik lo di hati gue sampe waktu itu pun datang. tapi kalo Tuhan berkehendak lain, gue harus bisa lebih menerima untuk melepaskan, karena komitmen pertama gue yang dengan beraninya menerima lo yang konteksnya kita berbeda keyakinan itu. rela melepaskan dan membuat rasa sayang yang selama ini gue kasih seutuhnya buat lo tetap menjadi sesuatu yang menyenangkan hati gue walaupun kita udah pisah.
dan benar aja, baru aja beberapa bulan gue merasakan Tuhan benar-benar menginginkan kita bersama, tetapi hari itu, jam itu, menit itu, dan detik itu pun datang jg. hari dimana gue harus tertawa awalnya dan tiba-tiba menangis, jam dimana kata-kata itu keluar langsung dari mulut lo, menit dimana rekaman beberapa bulan yang lalu berputar dengan cepatnya di otak gue, dan detik dimana seketika itu juga lo pergi ninggalin gue gitu aja, tanpa gue harus bisa berjabat tangan seperti biasanya saat kita harus pulang ke rumah masing-masing, tanpa gue bisa ngeliat sinaran mata lo yang memancarkan kejujuran yang sebenarnya. gue kecewa, gue marah, gue sedih, entah perasaan apa lg yang timbul ketika itu karena memang sangat mendadak tanpa bisa gue duga sebelumnya.
saat itu gue harus bisa kembali dan bangkit, dan bisa menepati janji gue sama diri gue sendiri, kalo ternyata Tuhan tidak menginginkan kita bersama.
gue harus berusaha naik ke permukaan lautan cinta lo yang luas untuk kembali bisa bernafas.
dan jujur, coba aja lo tau kalo gue belum bisa seutuhnya bernafas bebas, gue memang masih bisa bernafas dengan sedikit sisa di tabung oksigen. tapi gue belum benar-benar terbebas dari lautan cinta lo yang luas itu.
dan inilah gue sekarang, gue yang kembali bisa sekedar say hay ke lo. kita juga bisa ngobrol lagi walaupun cuma di sms, kita bisa ketemu walaupun cuma buat ngasih file Lil Wayne doang. saat ini gue gatau harus bersikap gimana ke diri gue sendiri, apa gue harus pura-pura gak tau kalo gue masih menyimpan sayang yang besar buat lo? apa gue harus pura-pura gak merindukan kita yang dulu bisa menikmati waktu sama-sama dengan penuh kebahagiaan? apa gue harus lakuin itu?
kenapa gue gak bisa jujur, bahkan sama diri gue sendiri? mungkin karena gue takut akan kehilangan lo untuk yang kedua kalinya. ya walaupun sekarang kita udah gak seperti dulu lagi, gue harus bersyukur atas kembalinya lo saat ini. dan gue gamau kehilangan lo lagi -__-
hemm, i miss you, miss us. i miss having you to talk to whenever i wanted {{:*}}
you; my little brother of Lil Wayne | HS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar