Taukah kamu bahwa aku merindukan
kita?
Kita yg selalu senyum-senyum sendiri
saat menerima pesan singkat, kita yg semangat menjalani hari-hari karena tau
kita saling menyemangati..
Tepatnya, aku begitu merindukan sosok
kamu yg lebih berperan diantara kita. Kamu yg selalu menjadi matahari pertama
yg muncul di hari-hariku. Kamu menjadi alasan hujan turun dari mataku, dan
secepat kilat kamu menciptakan pelangi diantara senyumku.
Memang itu egois. kita adalah dua
orang. Kita haruslah dilakukan dengan peran kedua orang itu, bukan hanya kamu
atau aku saja.
Maaf, jika hanya kecewa, sedih,
bahkan marah yg kamu dapat dari aku..
Maaf, aku belum sepenuhnya mengerti
inginmu..
Aku ingin jadi seseorang yg selalu
menjadi alasan atas bahagianya kamu, aku ingin menjadi satu-satunya yg kamu
sayang, aku ingin kamu menjadi satu-satunya yg aku miliki.. tapi lagi-lagi itu
sifat egois kan?
Beberapa hari ini
aku suka iri dengan pasangan-pasangan yg lain. Contohnya, kemarin saat aku sedang di kereta perjalanan menemuimu,
tidak sengaja seorang ibu muda di depanku menerima pesan dari suaminya
(dugaanku). Pesan itu berbunyi “Bunda dimana?” darahku mendesir saat aku tak
sengaja membacanya.. jelas bukan karena melihat foto sang pengirim pesan, tapi karena
aku kangen dengan pertanyaan seperti itu. Pertanyaan yg kamu kirimkan saat kamu
mengkhawatirkan aku…
Sesederhana itu kan? iya, sesederhana itu aku kangen kamu. Aku kangen KITA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar