Kamis, 04 Oktober 2012

beberapa kutipan novel

“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan."
— Tere Liye – novel "Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah"


“Hebat sekali benda bernama perasaan itu,
Meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat,
Dia bahkan bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang”
--Tere Liye, novel "Kau, Aku, & Sepucuk Angpau Merah"



“Anak laki-laki yang baik tidak pernah meneriaki wanita apalagi membuatnya sedih dan tersakiti.”
~ Ayahku (bukan) Pembohong,Tere Liye.



Mereka yang dibutakan oleh ukuran duniawi (cantik, tampan, kaya, punya pekerjaan bagus, juara kelas, pintar main basket, jago nge-band, dsbgnya) tidak akan, sungguh tidak akan pernah mengerti hakikat cinta sejati.
~Tere Liye, buku Berjuta Rasanya



“Nak,apakah ada yang berpikir kalau hidup ini bukan sekedar pilihan?Karena jika hidup hanya sebatas pilihan,bagaimana kau melanjutkan hidupmu jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau seterusnya bagi orang pilihan pertamamu?”
--Tere Liye, buku "Berjuta Rasanya"



"Jika kita memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kita dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kita tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut.
Tidak lebih, tidak kurang."
*Tere Liye, novel "Sepotong Hati Yang Baru"



Memaafkan (itu harus) tapi tdk melupakan (agar jd pelajaran dan tdk terulang).
--tere liye, novel sunset bersama rosie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar