di sini, di kolam yg selalu ada pelangi,
semua terlihat indah apa-adanya..
semak membunga, belukar mewangi..
ikan berkejaran, kodok melompat,..
belibis terbang berombongan dua tiga..
teratai mengambang menghiasi tengah
lantas embun menetes..
splas.. splasss..
membuat riak lembut...
di sini, di kolam yg selalu ada pelangi
tempat binatang2 berkumpul untuk minum dipagi hari..
bersulang di siang terik..
atau berpesta di malam di bawah rembulan bundar..
kijang dan harimau bisa bersisian menyeduh air lezat kolam..
buaya dan kelinci bisa bersenda gurau tidak masalah..
di kolam ini semua damai..
di sini, di kolam yg selalu ada pelangi
sungguh masih ada indah di atas indah..
ya benar.. masih ada indah di atas indah..
dialah: seekor angsa yg selalu bernyanyi..
lihat, lihatlah, riang meluncur menyapa ikan2..
sumringah menyapa hewan2 yg kehausan..
bermain dengan teratai..
bergurau dengan rembulan..
semua tahu, dialah mahkota kolam ini..
hingga suatu saat...
sungguh tega, seorang pangeran melintas di kolam itu..
dan keajaiban cinta merubah semuanya..
angsa itu harus pergi.. dia berubah menjadi puteri..
dia punya mimpi..
melihat dunia yg lebih luas di luar sana..
menyaksikan hal-hal baru nan mengejutkan..
berbuat lbh banyak agar lbh banyak lg yg merasa riang..
bersama pangeran hendak menghabiskan sisa kehidupan
di sini, di kolam yg dulu selalu ada pelangi..
duhai... maka..
apakah boleh rembulan bersedih menatap bayangannya kosong tanpa sang angsa?
apakah boleh ikan2 malas bergerombol, tak seru berkejaran lagi?
apakah biar teratai merajuk memutuskan berhenti berbunga?
dan hewan2 mulai bertengkar? dan belibis malah bertingkah?
dan... apakah tega sang pelangi memutuskan menggulung warna-warnanya..
dan...
entahlah... angsa itu telah pergi
*repost dr multiply, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar